Fase Catatan


Di postingan yang lalu ada beberapa jenis font mahasiswa, salah satunya font catetan. Tapi ternyata font catetan itu cuma berlaku di semester satu dan semester dua awal, iyo awal. Bisa dikatakan itu adalah fase 'semangat kuliah' atau disebut juga fase 'rajin mencatat'. Tapi kemudian kertas binder berevolusi ke fase 'habis' dan aktivitas mencatat juga berevolusi ke fase 'udah ada slide-nya kok'. Pada akhirnya, binder dan mahasiswa tidak melakukan kontak fisik maupun berkomunikasi sama sekali. Setiap fase dapat dijelaskan sebagai berikut.

Fase 1 (awal semester satu, sebelum UTS):
Mahasiswa: 'semangat kuliah'
Aktivitas mencatat: 'rajin mencatat'
Binder: 'masih kosong banyak'

Mahasiswa rajin mencatat apa yang dijelaskan oleh dosen karena tingkat konsentrasi gengsi 'yang lain nyatet kok gw enggak' pada pikiran mahasiswa masih cukup tinggi. Padahal mahasiswa yang mencatat belum tentu mudeng apa yang dicatat. Yang penting nyatet dulu.

Fase 2 (akhir semester satu, setelah UTS):
Mahasiswa: 'bosan kuliah'
Aktivitas mencatat: 'malas mencatat'
Binder: 'masih kosong banyak'

Mahasiswa menyadari bahwa apa yang mereka catat tidak keluar pada saat ujian. Dan pada saat belajar untuk UTS, mahasiswa menyadari bahwa apa yang mereka catat sudah ada di slide dari dosen. Aktivitas mencatat berevolusi ke fase 'malas mencatat' atau dengan kata lain mahasiswa malas mencatat (oh sama ya?). Walaupun begitu, mahasiswa tetap mencatat, tetapi frekuensinya mengalami penurunan. Hal ini dikarenakan konsentrasi gengsi 'yang lain nyatet kok gw enggak' di pikiran mahasiswa masih ada walaupun teramati terjadi penurunan dibanding fase 1.

Fase 3 (awal semester dua, sebelum UTS):
Mahasiswa: 'semangat kuliah'
Aktivitas mencatat: 'malas mencatat'
Binder: 'tinggal sedikit yang kosong'

Pada fase ini, mahasiswa mengalami trauma pada kejadian 'keluarnya nilai semester satu'. Mahasiswa tiba-tiba menjadi semangat kuliah dan kursi-kursi terdepan menjadi terisi. Tetapi hal ini diprediksi tidak akan lama, dan akan terbukti pada fase selanjutnya. Meskipun mahasiswa semangat kuliah, aktivitas mencatat tetap pada fase 'malas mencatat'. Kemungkinan hal ini disebabkan binder pada keadaan 'tingal sedikit yang kosong' sehingga mahasiswa cenderung untuk mengurangi frekuensi mencatat mereka. Selain itu, hal tersebut juga bisa disebabkan oleh rendahnya tingkat konsentrasi gengsi 'yang lain nyatet kok gw enggak' pada pikiran mahasiswa.

Fase 4 (akhir semester dua, setelah UTS):
Mahasiswa: 'bosan kuliah'
Aktivitas mencatat: 'udah ada slide-nya kok'
Binder: 'habis'

Mahasiswa kembali ke fase 'bosan kuliah'. Dan yang menarik, binder berada pada fase 'habis'. Hal ini dikarenakan banyaknya kertas yang terpakai untuk coret-coret, bikin pesawat, kuis, dan . . . oiya nyatet. Meskipun binder berada pada fase 'habis', tidak terlihat adanya tanda-tanda mahasiswa akan mengubah fase binder tersebut. Jika kepepet nyatet ya diselipin ke catetan yang lain. Hal ini pada akhirnya mendorong aktivitas mencatat ke fase 'udah ada slide-nya kok'.

Penulis memprediksi untuk fase-fase selanjutnya akan tidak jauh berbeda dengan kondisi pada fase 4.

Optimalisasi ruang pada binder

Comments

Popular posts from this blog

Practical Traveling Tips - Part 2: Biar Nyaman Selama Traveling

Reflecting and Improving Your Life Using Your Phone

Practical Traveling Tips - Part 1: Biar Survive Selama Traveling