Alur Ban



Sorry agak random ini postnya. Pernah mikir nggak, kenapa ban motor atau ban mobil yang biasa kita pakai ada alurnya? Pasti ada yang jawab: biar cengkramannya kuat, biar gesekannya lebih besar. Well, jawaban kayak gitu nggak sepenuhnya bener dan nggak sepenuhnya salah. Soalnya jawaban sebenernya adalah . . . biar bannya keren, kan jadi ada motifnya gitu :3 Nggak ding, ngawur.

Buat pendahuluan, kalian pernah liat balap moto GP atau F1? Kalau untuk balap kecepatan tinggi kayak itu pasti teknisinya akan pasang ban yang paling besar gesekannya biar pas balapan nggak selip. Tapi pernah liat nggak ban yang mereka pakai pas cuaca cerah?




Ban yang dipakai ternyata alurnya cuma dikit, bahkan halus tanpa alur. Berarti tujuan adanya alur ban bukan buat memperbesar gesekan donk?

Jadi gini, rumus dasar fisika untuk gaya gesek itu
f = N μ
f : gaya gesek
N: gaya normal
μ: koefisien gesek

Nah besarnya si μ ini, bergantung pada permukaan yang bergesekan/bersentuhan. Semakin kasar permukaan, semakin besar μ, dan sebaliknya. Semakin luas permukaan yang bersentuhan, semakin besar μ, dan sebaliknya.

Pada jalanan yang kering, alur pada ban mengakibatkan berkurangnya gaya gesekan pada ban (bila dibandingkan dengan ban halus tanpa alur). Hal itu terjadi karena permukaan ban yang bersentuhan dengan jalan berkurang. Jadi, ban yang paling baik digunakan pada jalanan kering adalah ban tanpa alur. Tetapi ketika jalanan basah, air akan melumasi atau mengurangi kontak ban dengan jalan/aspal sehingga mengakibatkan ban selip. Nah oleh karena itu dibuatlah alur pada ban untuk memperbesar kontak ban dengan aspal. Ketika ban beralur melewati jalanan basah, air yang menghalangi kontak ban dengan aspal dipindahkan ke ruang kosong pada alur-alur ban. Sehingga ban bersentuhan dengan aspal dan tidak selip. Oleh karena itu pada balap mobil atau motor, ban yang dipakai adalah ban halus pada cuaca cerah. Tetapi ketika turun hujan, mobil atau motor yang dipakai akan masuk pitstop untuk mengganti ban halus dengan ban yang beralur dan juga sebaliknya.

Penggunaan kendaraan sehari-hari tidak membutuhkan gaya gesek sebesar balapan. Sehingga untuk penggunaan sehari-hari, digunakan ban beralur yang digunakan pada jalanan kering sekaligus basah. Nggak mau juga kan setiap cuaca berubah harus berhenti buat ganti ban? :| Kalau diibaratkan dengan angka, ban halus pada jalanan kering μ = 0.9, pada jalanan basah μ = 0.3. Sedangkan ban beralur pada jalanan kering μ = 0.7, pada jalanan basah μ = 0.5.

Sumber: 
- Ilmunya dapet dari buku fisikanya Marthen Kanginan (kalau nggak salah)
- Gambarnya dari Google, sorry lupa copy URLnya

Comments

Popular posts from this blog

Practical Traveling Tips - Part 2: Biar Nyaman Selama Traveling

Reflecting and Improving Your Life Using Your Phone

Practical Traveling Tips - Part 1: Biar Survive Selama Traveling